Pasca Dicabut Pembatasan Jenis Kendaraan, Hingga Kini Antrian Truck Angkutan Logistik Masih Padati Pelabuhan Bakauheni

banner 468x60

Bakauheni, Lampung — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyampaikan bahwa sejak Minggu (29/3) malam terjadi peningkatan antrean kendaraan truk menuju Pelabuhan Bakauheni seiring dengan berakhirnya kebijakan pembatasan operasional angkutan logistik selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Seiring dengan berakhirnya masa pembatasan tersebut pada Minggu (29/3) pukul 00.00 WIB, kendaraan logistik yang sebelumnya dialihkan ke pelabuhan alternatif secara bertahap kembali menggunakan lintasan utama melalui Pelabuhan Bakauheni. Kondisi ini memicu peningkatan volume kendaraan truk dalam waktu yang relatif bersamaan, sehingga berdampak pada antrean di akses menuju pelabuhan, Senin (30/3/2026).

Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean kendaraan truk terpantau mencapai sekitar 3 km hingga ke akses Jalan Tol Bakauheni, serta sekitar 2 km di jalur arteri menuju pelabuhan.

ASDP memastikan bahwa layanan penyeberangan tetap berjalan dan situasi di lapangan dalam kondisi terkendali. Pergerakan kendaraan terus diupayakan tetap mengalir melalui penguatan pengaturan operasional dan distribusi arus secara terukur.

Sejumlah langkah pengendalian telah dan terus diperkuat untuk menjaga kelancaran arus. Di antaranya melalui penerapan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat, pemisahan layanan berdasarkan golongan kendaraan, serta optimalisasi buffer zone di luar area pelabuhan untuk mengatur ritme kedatangan kendaraan logistik.

Selain itu, pengaturan berbasis sistem digital melalui Ferizy juga dioptimalkan untuk memastikan penjadwalan kendaraan lebih tertib, termasuk pengaturan kuota kendaraan per waktu tertentu.

ASDP bersama Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan seluruh pemangku kepentingan turut melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk pengalihan arus ke kantong parkir serta pengaturan prioritas layanan guna menjaga pergerakan tetap terkendali.

Dari sisi operasional, ASDP juga mengoptimalkan armada dan frekuensi perjalanan kapal untuk mempercepat pengangkutan kendaraan, khususnya truk, sehingga antrean dapat berangsur terurai.

ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa, khususnya pengemudi kendaraan logistik, untuk memastikan telah memiliki tiket sesuai jadwal, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan buffer zone yang telah disediakan.

Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP optimistis antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap dan layanan penyeberangan tetap berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (Red).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *