PT JJAA Kembali Berikan Penyuluhan dan Vaksin Geratis Pada Hewan Ternak Sapi Milik Warga Desa Suka Maju

banner 468x60

Lampung Selatan – Perseroan Terbatas Juang Jaya Abdi Alam (PT. JJAA) berikan sosialisasi kesehatan hewan ternak dan vaksinasi geratis kepada para peternak hewan sapi di Desa Suka Maju, Kecamatan Sidomulyo, Kamis (19/06/2025).

Terpusat di Aula Balai Desa Suka Maju, sosialisasi tersebut meliputi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit kulit berbenjol, biasa disebut Lumpy Skin Disease (LSD) atau penyakit lato-lato.

Dalam penyampaiannya, Drh. Eldis, yang bertindak sebagai dokter hewan di JJAA mengatakan, dampak dari virus PMK dan LSD tersebut dapat merugikan perekonomian para peternak hewan sapi.

“Jika hewan ternak sapi kita sudah terkena dua virus tersebut, maka itu dapat merugikan kita. Dimana, hewan yang sudah terinveksi akan menjadi kurus bahkan sampai kematian. Dan untuk sapi betina itu dapat menganggu kesuburan kehamilan dan keguguran pada sapi yang sedang hamil,” ucapnya.

Adapun hewan ternak yang sudah terinveksi virus PMK dan LSD sambungnya, itu memiliki ciri-ciri tersendiri.
“Untuk LSD, itu biasanya hewan ternak tidak mau makan, lesu dan timbul bentol-bentol serta adanya luka-luka disaluran pernapasan, jika dibiarkan luka akibat bentolan di kulit bisa menembus sampai kedaging hewan. Dan untuk Virus PMK biasa memiliki ciri seperti kerusakan pada kuku dan sapi mengeluarkan air liur yang berlebihan,” jelasnya.

Selanjutnya Drh. Eldis menjelaskan terkait penyebaran dari dua virus tersebut bisa dari berbagai macam, seperti menggunakan bak air minum yang sama dengan sapi yang telah terinveksi, gigitan lalat, dan untuk pedet itu bisa menular dari air susu indukan yang sudah terinveksi, bahkan bisa melalui udara dengan jarak 10 kilo meter dari hewan yang terinveksi virus.

“Sementara untuk penyembuhan virus PMK dan LSD ini belum ada obatnya melainkan dapat dicegah dengan cara vaksinasi,” tutupnya.

Selanjutnya, Selaku humas JJAA, Syam Bangkit menjelaskan terkait sosialisasi dan vaksin geratis tersebut sebagai bentuk kepedulian JJAA kepada peternak sapi yang ada di Kecamatan Sidomulyo.
“Kegiatan vaksinasi ini rutin kita jalankan, terhitung dari 2022 sampai tahun ini, dan sudah 7 kali vaksin di 10 desa di Kecamatan Sidomulyo, maka dari sini kita saling membantu,” tandasnya.

Setelah mendengarkan paparan terkait bahaya Virus PMK dan LSD, para peternak sapi Desa Suka Maju mengucapkan banyak terima kasih kepada PT JJAA yang sudah ingin membantu dan peduli terhadap hewan ternak milik masyarakat dan dilanjutkan turun kelokasi untuk proses vaksinasi di 6 dusun yang ada di Desa Suka Maju dan akan berjalan selama dua hari. (WS).

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *