Peningkatan Antrean Kendaraan Logistik di Pelabuhan Bakauheni Terus Meningkat Usai Lebaran 2026

banner 468x60

Bakauheni, Lampung — Usai dicabutnya pembatasan jenis kendaraan di Pelabuhan Bakauheni, antrean kendaraan logistik terus meningkat seiring dengan kembali normalnya aktivitas distribusi pasca periode puncak Angkutan Lebaran 2026.

Kondisi ini merupakan bagian dari dinamika operasional setelah berakhirnya kebijakan pembatasan kendaraan logistik sumbu tiga ke atas yang sebelumnya diberlakukan melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) selama masa Angkutan Lebaran. Pembatasan tersebut berlaku di lintasan Bakauheni–Merak pada 23–29 Maret 2026 serta Ketapang–Gilimanuk pada 13–29 Maret 2026. Seiring dengan dibukanya kembali akses tersebut, arus kendaraan logistik meningkat secara bertahap menuju pelabuhan.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, Selasa (31/3), terjadi kepadatan lalu lintas dengan antrean kendaraan yang terpantau mencapai sekitar 5 kilometer menuju Pelabuhan Bakauheni. Secara umum, kondisi ini masih dalam koridor yang dapat dikelola melalui penguatan pola operasi dan koordinasi lintas pihak.

Merespons peningkatan volume kendaraan tersebut, ASDP bersama regulator dan stakeholder terkait segera melakukan penyesuaian layanan secara adaptif. Upaya yang dilakukan antara lain percepatan proses bongkar muat di dermaga, pengaturan kuota tiket, serta penyesuaian parameter waktu tiket melalui skema H-12 hingga H+48 guna mendorong distribusi kedatangan pengguna jasa lebih merata.

Optimalisasi layanan juga diperkuat melalui penerapan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di empat dermaga, pengoperasian kapal berkapasitas besar, serta penambahan trip untuk meningkatkan kapasitas angkut. Di sisi darat, pengendalian arus kendaraan dilakukan melalui delaying system di sejumlah buffer zone, antara lain di KM20, KM49, dan KM87, sehingga pergerakan kendaraan menuju pelabuhan tetap terjaga ritmenya.

Selain itu, ASDP turut mengoptimalkan peran pelabuhan penunjang di Wika Beton dengan dukungan empat unit kapal aktif guna membantu mendistribusikan arus kendaraan. Dengan rangkaian langkah tersebut, antrean kendaraan secara bertahap dapat terurai dalam kurun waktu sekitar 5 jam.

Sebagai penanggung jawab operasional di lapangan, GM ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, memastikan bahwa seluruh upaya penguatan layanan terus dijalankan secara konsisten untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, khususnya logistik, pasca berakhirnya masa pembatasan.

Hingga saat ini, kondisi operasional di Pelabuhan Bakauheni tetap terpantau terkendali dan terus dimonitor secara intensif melalui koordinasi aktif bersama seluruh pemangku kepentingan. ASDP juga terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasi secara berkelanjutan guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *