Bandar Lampung – Momentum peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 kembali menjadi pengingat bahwa ancaman penyalahgunaan narkotika masih menjadi persoalan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama. Tahun ini, HANI mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, sebagai ajakan memperkuat peran seluruh elemen masyarakat dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.
Sejalan dengan semangat tersebut, Ketua Umum Gerakan Anti Narkotika Miras Nasional (GANMN), Dr. Anita Putri, S.H., M.Pd, menegaskan bahwa perang terhadap narkoba tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau Badan Narkotika Nasional (BNN). Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada keterlibatan keluarga, sekolah, organisasi masyarakat, tokoh agama, media, hingga generasi muda itu sendiri.
“Narkoba adalah musuh bersama yang mengancam masa depan bangsa. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka generasi muda hari ini harus diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan,” ujar Anita.
Ia menilai peringatan HANI tidak boleh berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum membangun gerakan kolektif yang nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Anita juga mengapresiasi berbagai pihak yang terus mengampanyekan gerakan hidup sehat dan bebas narkoba, termasuk melalui dialog publik dan edukasi di media. Menurutnya, penyebaran informasi yang benar merupakan salah satu benteng penting untuk mencegah generasi muda menjadi korban penyalahgunaan narkotika.
Dalam rangka memperingati HANI 2026, Anita turut hadir sebagai narasumber dalam program “Sudut Pandang” yang disiarkan TVRI Lampung dengan tema “Stop Narkoba, Selamatkan Generasi Lampung”. Dalam dialog tersebut, ia bersama narasumber dari BNNP Lampung membahas strategi pencegahan narkoba melalui pendekatan edukatif, kolaboratif, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Anita, tantangan penyalahgunaan narkotika saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan sinergi seluruh komponen bangsa agar upaya pencegahan berjalan efektif dan berkesinambungan.
“Mari jadikan Hari Anti Narkotika Internasional sebagai momentum memperkuat komitmen bersama. Katakan tidak pada narkoba, lindungi keluarga, dan selamatkan generasi penerus bangsa demi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutupnya.















