Deswita Linerejo Dibobol Maling, 3 Booth Lantak Digasak Maling

banner 468x60

Sidomulyo, Lampung Selatan – Lagi dan lagi aksi pencurian menghebohkan Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan. Kali ini, Destinasi Wisata Kuliner Sidorejo (Deswita Linerejo) dalam kurun waktu satu malam tiga tempat dagang raib digasak maling.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini, peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 17 Februari malam. Berawal dari salah satu booth tempat berdagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nasi Bakar Mbak Yu dan dua tempat usaha lainnya yang di sontori maling.

Kejadian baru di ketahui pagi hari, ketika seorang karyawan hendak membersihkan area kuliner. Namun sontak terkejut, ketika melihat tempat penyimpanan barang dagangannya terbuka dan kunci gembok dalam keadaan rusak.

Dijelaskan oleh UL (18) salah satu penjaga booth mengatakan kronologi kejadian terungkap, ketika dirinya hendak menjalankan aktivitas berdagang seperti biasanya.

“Saya tahu barang dagangan di bobol maling keesokan harinya, pada saat mau buka lapak angkringan,” katanya. Rabu (18/02/2026).

“Ini kejadian sudah ke dua kalinya dalam kurun waktu 1 bulan lebih, tadi malam tempat dagangan saya dan 2 tempat sebelah juga di bobol maling mas,” tambahnya.

Barang dagangan yang hilang terletak di
dalam grobog-grobok atau kotak yang terbuat dari bahan papan kayu di gembok secara permanen oleh para pedagang, dengan tujuan agar tidak mudah di curi. Akan tetapi gembok tersebut berhasil di dongkel pencuri.

Dilokasi kejadian juga di temukan sebilah pisau panjang yang diduga digunakan oleh pelaku untuk merusak gembok.

Ia menyebut, barang yang berhasil di gondol pelaku antara lain: gas Lpg ukuran 3kg, pop mie, mie instan, mejikom, telur dan sejumlah dagangan lainnya dengan sehingga di tafsir kerugian mencapai Rp1juta rupiah.

“Dagangan baru saja di beli, kami selaku pedagang juga resah apalagi pengunjung pasang surut,” tambahnya.

Ditempat yang sama juga ditambahkan oleh PT (35) pedagang Deswita Linerejo yang mengungkapkan keresahan setelah kejadian tersebut.

“Sudah pernah laporan dengan pengurus bahkan sebelumnya pernah melapor ke pihak yang berwajib. Tapi, jawabnya peralatan suruh bawa pulang sedangkan rumah kita lumayan jauh jaraknya buat apa katanya ada keamanan,” cetusnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian para pedagang sekitar. Mereka menghimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika meninggalkan tempat usaha, mengingat kawasan wisata kuliner yang ramai. Namun, relatif sepi menjelang dini hari.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut belum dilaporkan ke pihak berwajib.***

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *